Poskolonialisme Reinkarnasi Kemerdekaan Semu

PDFCetakEmail

Aktivitas Kampus - artikel mahasiswa

Oleh Arbi Sanit*

MENANGGALKAN KANTUK

Sebab dengan ingatan, kata-kata adalah jalan

Ada yang belum diterjemahkan oleh peristiwa

Juga lelah yang begitu saja terkubur oleh zaman

Kita menanggalkan kantuk ketika jam dinding : Bercerita

Arbi Sanit, 2016

 

Disiplin ilmu yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat, tentu memiliki kebermanfaat dalam keberlangsungan hidup masyarkat. Begitu pun sastra sebagai disiplin ilmu yang memiliki kapasitas yang sangat besar dalam mempenggaruhui masyarakat dalam presfektif komunikasi pasif/
manfaat sastra
Banyak sekali tentunya dari kemanfaatanya yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung dari keberadaaan sastra yang telah tumbuh di tengah-tenggah masyarakat misalnya, ketika penulis dari Blora Pramoedya Ananta Toer menulis roman Bumi Manusia tentu dari hasil perenungan yang sangat luar biasa: bagaimana meramu sebuah cerita agar memunculkan kemanfaatan untuk pembaca.

Berangkat dari pembacalah, salah satu pengapresiasian yang kemudian menjadi suatu bentuk penelaah bagi teks sastra tersebut. Sekian dari bentuk penelaah, tentu memiliki ketajaman untuk membedah suatu karya sastra tersebut.

Salah satu sifat dari teori adalah dinamis atau berkembang, perkembangan tersebut tidak dapat dihindarkan karena manusia terus berupaya untuk memecahkan permasalahan dari teori tersebut, penelitian merupakan dari berkembangnya keilmuan. Membicarkan keilmuan, tentu akan membicarakan banyak hal, salah satunya perkembangan teori yang berkembang di Indonesia.

Perkembangan teori sasta Indonesia dapat dikatakan begitu pesat dan yang tak kalah menarik dibicarakan adalah teori sastra kontemporer. Teori sastra Kontenporer sebenarnya merupakan pembahasan yang sangat menarik dan mengelitik bila ditelaah secara jeli dari persoalan sastra sebagai disiplin ilmu yang telah memiliki legimitasi secara teoritis. Bagaimana tidak, Indonesia yang digadang-gadang sebagai negara yang masih dikategorikan sangat pendek dalam kesejarahan sastra dengan bermuatan politis yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan kebudayaan.

Perkembangan tersebut tentu mendapatkan sorotan dari berbagai pakar atau para ahli, baik dari presfektif keuniversalan sastra dan keotonominan sastra sebagai pewaris dari kebudayaan Indonesia. Misalnya isu-isu yang berkembang akan mendapatkan reaksi yang sangat berbeda ketika muncul ke permukaan masyarakat sebagai pusat apresiatif yang memfokuskanya pada suatu kajian.

Selain sorotan dunia salah satunya mendapatkan perhatian yang cukup besar adalah Poskolonialisme yang secara tidak langsung mengisi permukaan kebudayaan di Indonesia. Memang keberlangsungan sesuatu yang hidup tidak dapat dihindarkan dari arus hidup yang dinamis yang terus-menerus hidup bahkan (mungkin) diciptakan.

Keramian tentang teori kontemporer memang telah muncul sejak kurang lebih beberapa setengah abad yang lalu misalnya: formalis, marxix, feminis, psikoanalis dan lain-lain.

Kurang lebih dari tiga ratus tahun yang lalu Indonesia terjajah tentu berpengaruh dari aspek sosial, ekonomi bahkan sastra. Setelah berakhirnya penjajahan tersebut tenyata negara penjajah (kolonial) tidak berhenti menjajah, tetapi dengan cara lain menjajah negara bekas jajahanya, postkolonial adalah Reikarnasi keberlanjutan penjajahan.

Apa yang dikatakan oleh Edwar Said salah seorang yang menggeluti studi poskolonialisme mengungkapkan Penguasaan dunia Barat terhadap dunia Timur terlihat dari cara pandang yang menganggap timur timur sebagai “yang lain” baik itu karena bahasa, budaya, tradisi, dan segala hal yang berkaitan dengan dunia Timur (Syuropati, 2012: 132). Sebab bila menelaah kebudayaan, tentu dari keduanya memiliki prinsip dalam menjalani kebudayaan sebagai akar dari pemikiran dari masing-masing budaya Barat maupun Timur.

Poskolonialisme merupakan bentuk monopoli yang tidak disadari. Bagaimana tidak, dengan strategi-strategi psikoanalis yang dikemukakan oleh Homi Bhaba subjek-subjek yang yang menjajah memiliki kemampuan memahami masyarakat terjajah, namun semata-mata hanya untuk bermaksud demi melanjutkan kuasa penjajahnnya (Syuropati, 2012: 134), pemikiran dari Hobi Bhaba ini patut diapresiasi dengan baik, apalagi sebagai kaum intelktualitas. Agar prodak artefak-artefak kebudayaan dapat direnungkan secara cermat, dengan mengedepankan paham asfek kemanfaatan dari prodak kebudayaan, serta tidak melupakan kemajuan sisi lain yang harus dihadapi oleh masyarakat. Dalam cakupan yang lebih nyata  apapun bentuk kemajuan tentu ada hal yang dapat dimanfaatkanya dan dirasakan dari produk kemajuan tersebut.

Secara sederhana bahwa poskolonial adalah rengkarnasi dari kemerdekaan yang semu. Dengan terindikasi prodak-prodak orientalisme dan kekuatan yang melegimitasi dunia yang dilukiskan. Pada ujung-ujungnya produk tersebut memanipulasi secara tidak langsung pada cara pandang manusia secara perlahan selanjutnya kekuasan adalah tujuan dari poskolonial tersebut.

Penulis beranggapan bahwa poskolonialisme sebagai adopsi kebudayaan yang dipamerkan secara langsung atau pun tidak langsung dengan mengedepankan visi imperalis (lihat imperalis).

 

Daftar Pustaka

Susanto, Dwi. 2012. Penghantar Teori Sastra Dasar-Dasar Memahami Fenomena Kesusastraan: Psikologi Sastra Strukturalisme, Formaliseme Rusia, Marxisme, Interpretasi dan Pembaca, dan Pasca Strukturalisme. Yogyakarta: Caps.


Syuropati, Mohamad A dan Soebachman, Agustina. 2012. Tujuh Teori Sastra Kontenporer dan Tujuh Belas Tokohnya sebuah Perkenalan. Yogyakarta: In Azna Books

*Arbi Sanit. Lahir di Cianjur, Jawa Barat. 28 Agustus 1990. Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Suryakancana Cianjur Menulis puisi dan bergiat di Warung Apresiasi Sastra (WARAS) UNSUR. Beberapa puisi terbit di Pikiran Rakyat dan tergabung dalam Antologi Puisi Di Ujung Benang, Sempat menjadi Narasumber di beberapa kegiatan kegiatan yang diselenggarakn HIMADIKSATRASIA dan Komunitas Warung Apresiasi Sastra (WARAS) Universitas Suryakancana

Tinggal di Kp. Cangklek RT 02 RW 01 Desa Sukamanah Cugenang-Cianjur

No Kontak.  0896 9060 4971

Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Disampaikan pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Komunitas Warung Apresiasi Sastra Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan Universitas Suryakancana Cianjur)