Menumbuhkan Budaya Upload di Kalangan Mahasiwa dan Pendidik

PDFCetakEmail

Aktivitas Kampus - Kemahasiswaan

Peserta dari semester 2  (Foto : admin)

Budaya mengambil informasi (download) di internet, kini seyogianya perlahan diikuti dengan menjadi  pengisi konten internet atau  "pengunggah" (upload).  Mahasiswa dan pendidik sebagai kaum cendekia dianggap mampu melakukan hal ini. Budaya mengunduh dibutuhkan  agar suguhan konten-konten di internet semakin bermutu dan mencerdaskan bagi penggunanya.

Pengisian konten-konten positif berupa keilmuan, pembelajaran dan pengalaman inspiratif dapat meminimalisir tayangan negatif yang diunggah oleh pihak  tak bertanggung jawab berpotensi merusak moral generasi muda.  Secara internal, peserta dengan mendapat informasi ini dapat memperkaya website dan blog yang dimiliki lembaga prodi PBSI S2 UNSUR.

Demikian tujuan diadakannya pelatihan membuat dan menulis blog/website yang disajikan oleh blogger yang juga mahasiswa tingkat akhir di prodi PBSI S2, Dadan Wahyudin kepada juniornya mahasiswa semester 2 dan 3,  di Kampus UNSUR, Jum'at (07/12/2012). Dengan mengenal lebih dekat fungsi dan nilai strategis proses  mengunduh (upload), para mahasiswa s2 yang sebagian besar pendidik dapat mengampil peran sebagai kontributor konten-konten di dunia maya.  Dengan menulis di ruang publik, berarti harus bersiap pula menjadi pribadi terbuka dalam menerima komentar, saran maupun kritik dalam diskusi atas tulisan ditayangkan.

Pelatihan membuat/menulis Blog/Website ini dibagi 3 sesi, yaitu pengenalan web/blog berbayar dan gratis, ciri ekstensi untuk lembaga perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, perusahaan, dan lain-lain yang dilanjutkan dengan melihat contoh-contoh blog dimiliki kaum pendidik yang telah dulu eksis dan mengupas manfaat/mudarat ekses ditimbulkannya.

Sesi kedua, yakni membuat email sebagai modal untuk aktivasi  jaringan lainnya.  Selain pembuatan email, juga dijelaskan bagaimana teknik melampirkan file (attacht) untuk tugas maupun artikel untuk redaksi dan membuat pengantar bagi redaksi atau dosen yang dituju. Untuk membuat email, narasumber membuatkan email salah seorang peserta.

"Untuk memiliki email bagi mahasiswa dan pendidik itu diharuskan. Kalau blog itu tidak diwajibkan, peserta dapat ikut sharing dengan mengirim artikel ke blog s2 misalnya, tetapi kalau memiliki sendiri akan lebih baik," demikian ungkap penyaji di hadapan sekitar 25 peserta.

Sesi ketiga, pembuatan blog berbasis blogspot, dengan menggunakan email seorang peserta  Febri (klik  blogspot di sini). Blogspot merupakan blog gratis bisa dijadikan media untuk mengunduh dan mendokumentasikan karya tulis blogger.  Blog ini memerrlukan sentuhan kreativitas pemiliknya untuk mempercantik  tata letaknya, konfigurasi warna, pemasangan gadget, maupun templatenya. Untuk menghemat waktu, postingan diisi dengan mengambil tulisan yang telah ada, namun ditautkan dengan sumbernya.

Dalam sesi ini dibuat pula secara pararel blog di jejaring kompasiana atas nama Iim Sobandi, S.Pd. Kompasiana merupakan media sosial warga di mana pemilik akun tidak direpotkan dengan mengatur tampilan.  Blogger tinggal mengisi layar sunting dan harus memilih rubrik dituju serta bentuk opini atau berita sebelum dipublikasikan.   Pembuatan akun sedikit terganggu, ketika ybs lupa passwordnya dan gagal aktivasi. Bila blogspot aktivasinya via nomor handphone, kompasiana mengirimkannya melalui email.  Materi pengisian konten diberikan dengan menggunakan akun kompasiana milik penyaji  (klik akun kompasiana di sini).  Setelah dibuat email baru, blog di kompasiana atas nama Iim Sobandi, S.Pd bisa diakses  di ruang publik (klik kompasiana di sini).  Peserta pun dapat menyaksikan contoh ditulisan yang diposting di blog, dalam beberapa saat sudah bisa dilihat di mesin google.

Salah seorang peserta mengungkapkan kegembiraannya, selama ini ia sangat ingin memiliki email maupun blog. Namun kesibukan  dirinya, membuatnya tidak berkesempatan mendalami lebih lanjut.   Bagi Iim Sobandi, S.Pd, teknik mengunduh sangat dicita-citakannya. Banyak naskah miliknya, termasuk sudah ditayangkan di media cetak seperti Buletin BKW ingin didokumentasikan secara online.

Sinyal tidak stabil, dan peserta tak membawa laptop seluruhnya membuat penyampaian materi dihadapkan pada tantangan. Namun dengan persiapan materi berbahan power point dan kepemilikan blog, kevakuman gagal-koneksi dapat diatasi. "Memberikan materi secara online mirip telekonfere disaksikan "live" ..." ungkap penyaji menyikapi hal di atas.   Diakhir kegiatan, penyaji menyediakan waktu bagi berminat menata blog lebih lanjut.

Diharapkan dengan pengenalan manfaat, peserta dapat termotivasi menumbuhkan budaya upload baik memiliki blog sendiri atau  turut memperkaya website dan blog milik lembaga prodi PBSI S2. Caranya cukup kirimkan ke alamat email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it   (admin pbsi s2)