Menteri Negara Koperasi dan UKM Beri Kuliah Umum di Kampus UNSUR Cianjur

PDFCetakEmail

Aktivitas Kampus - Semiloka

 

Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan kuliah umum di Kampus UNSUR Cianjur, Selasa (6/11) [Foto: admin]

Dalam rangka menanamkan jiwa enterpreneurship di kalangan generasi muda, pada hari Selasa (6/11), pihak Rektorat/Panitia mengundang Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Dr. H. Syariefuddin Hasan, SE, MM, MBA sebagai pemberi materi dalam  kuliah umum (Studium Generalle) di hadapan 350 peserta terdiri perwakilan dosen dan mahasiswa di lingkungan UNSUR Cianjur di Gedung Serbaguna FKIP Cianjur.  Acara dihadiri pula oleh deputi, staf ahli, Bupati/mewakili, pejabat dinas terkait, Rektor beserta jajarannya, dan para dekan di lingkungan UNSUR.

Kuliah Umum tsb bertemakan “Peran Kewirausahaan Bagi Mahasiswa UNSUR Tahun Akademik 2012-2013. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Dr. Hj. Iis Ristiani, M.Pd, kegiatan ini diadakan dalam rangka menyikapi fenomena ekonomi-sosial-budaya akibat globalisasi sehingga munculnya sejumlah konsekuensi.  Langkah antisipatif perguruan tinggi diantaranya menyiapkan hard skill maupun soft skill para mahasiswanya agar bisa berkompetisi, mandiri, trampil, kreatif dan inovatif. Enterpreneurship dipandang bukan saja gerbang membebaskan kemiskinan, tetapi merupakan sumber-sumber kesejahteraan bagi masyarakat.  Bagi mahasiswa dan dosen UNSUR, kuliah umum  ini amat berharga, karena diberikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM.  Ketua Panitia berharap kuliah umum ini membekali mahasiswa UNSUR menjadi mahasiswa memiliki jiwa enterpreuneurship yang maju, berkembang dan berdaya saing di tingkat lokal, nasional, regional bahkan internasional.

Sesi Poto Bersama dengan Menteri (Foto: Hamzah F)

Menteri pertama kali

Pada kesempatan selanjutnya Rektor UNSUR Cianjur, Prof. Dr. H. Dwija  Prijatna, SH. MH, Sp.N mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Menegkop dan UKM  bisa hadir di Kampus UNSUR Cianjur.  Tak lupa mengucapkan terima kasih kepada deputi, staf ahli, pejabat sipil pemda, para dekan dan hadirin lainnya, termasuk Panpel.  Menurut Rektor, sejak UNSUR berdiri, baru kali ini dihadiri oleh Menteri. Oleh karena itu Rektor berharap agar mahasiswa  bisa menyimak  dengan seksama dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia  sesuai visi dan misi diemban UNSUR.

“Simaklah dengan baik, ini menjadi tausyiah untuk meningkatkan kepercayaan diri sebagai mahasiswa UNSUR. Lulusan UNSUR dapat ikut serta mengharumkan UNSUR dan terdepan dalam peningkatan SDM. Ini sangat penting sekali, saya harapkan dari UNSUR nantinya ada yang bisa mengubah dunia," ungkap Rektor diaplaus hadirin.   Rektor menyitir kalimat pernah diungkapkan Gubernur pada kegiatan yang sama sebelumnya bahwa dari 10 pintu rezeki, maka 9 pintu dibukakan Tuhan bagi wirausahawan. Pada kesempatan ini, Rektor UNSUR membuka kegiatan kuliah umum secara resmi.

Peluang

Menteri Negara  Koperasi dan UKM memberikan materi kuliah umum berjudul “Kebijakan dan Program Pemberdayaan Koperasi dan UKM”.  Sebelumnya, Menteri mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat Cianjur dan mahasiwa telah memberi dukungan sehingga terpilih menjadi anggota dewan melalui daerah pemilihan Cianjur dan sejak tahun 2009 dipercaya menjadi Menteri.


“Alhamdulillah, meskipun saya tidak lahir di sini, tetapi saya sudah sangat dekat dan merasa menjadi bagian masyarakat Cianjur, saya ucapkan terima kasih,” ungkap Menteri yang pernah berkunjung ke kampus ini sebelumnya saat dirinya sebagai ketua fraksi di DPR RI. Menteri menambahkan, disela kesibukan sebagai pejabat negara, beliau mempersungguh untuk bisa memenuhi undangan Rektor dan Panitia agar bisa hadir di kampus UNSUR Cianjur.  Dua hari sebelumnya, menteri berada  di Maumere (NTT) dan  di Palabuanratu [Sukabumi]. Esok harinya sudah harus terbang ke Kalimantan.

Menegkop menjelaskan bahwa  kreatif, inovatif, enerjik dan berani mengambil resiko, ini merupakan ciri seorang entrepreneur.  Kegagalan bagi seorang merupakan merupakan  keberhasilan yang tertunda.  Semua entrepreuneur pernah  mengalami kegagalan, tetapi cepat kembali bangkit.

Menurut H. Syariefuddin Hasan, pertumbugan ekonomi Indonesia cukup menggembirakan.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 mencapai 4,6% terus naik di 2010 (6,1%), 2011 (6,5%) dan 2012 (6,4%). Amerika Serikat sendiri sebagai barometer bidang moneter saat ini pertumbuhan ekonominya hanya 2,1%.  Menurut Menteri merupakan peluang (opportunity) harus ditangkap oleh masyarakat kita, bahwa pertumbuhan ekonomi dengan sendirinya akan menyerap lapangan kerja, tentu meningkatkan pendapatan (income) dan simpanan (saving).

 

 

Disebutkan oleh Menteri bahwa pengamat luar negeri menaruh apresiasi positif bagi Indonesia sebagai negara memiliki prosfek menjanjikan untuk  investasi. Dalam kurun waktu kwartel kedua ini setidaknya ada 227 juta U$ investasi  masuk ke Indonesia. Di Asia Pasifik, Indonesia pada tahun 2011 di urutan ketiga, di tahun 2012 ini  berhasil melangkah ke urutan kedua melewati India dalam pertumbuhan ekonomi makronya.

Menteri memaparkan program Kementrian Koperasi dan UKM yakni revitalisasi koperasi, gemaskop, pelatihan dan kewirausahaan, bansos koperasi, dana bergulir, KUR, promosi dan pemasaran (pasar tradisional) dan OVOP.

Di akhir pemaparan materinya Menteri mengulas sedikit biografinya sebagai spirit dan pesan bisa ditimba oleh mahasiswa. Beliau lahir dari keluarga miskin di bumi Sulawesi, anak pertama dari sepuluh saudara. Keinginan untuk maju, membuatnya termotivasi baik secara internal maupun eksternal.  Ketika kuliah di Fakultas Teknik Unhas Makassar, cukup terobsesi oleh para dosennya. hal itu membangunkannya untuk studi lebih keras dan giat. Obsesinya kuliah di Jerman, namun akhirnya bisa kuliah di Jepang.

Sepulang studi, beliau bekerja di ASTRA. Lingkungan eksternal kembali membangunkannya untuk lebih dari itu. Saat itu, beliau melihat betapa enaknya menjadi staf cukup membawa tas, karier dan mobil sering berganti, telah menjadikan mimpi barunya. Ia akhirnya membuka  bisnis sendiri.  Hingga akhirnya ada momentum mendorongnya untuk bisa memberi makna lebih bagi bangsanya dengan masuk parpol.

Perwakilan Dosen dan Mahasiswa dari Prodi PBSI S2 di Kuliah UMUM (6/11)

H, Syariefuddin Hasan terpilih menjadi anggota dewan  melalui daerah pemilihan Cianjur. Lima tahun kemudian diangkat menjadi Menteri Negera Koperasi dan UMKM di bawah Kabinet Indonesia Bersatu II.  Program Gerakan Kewirausahaan Nasional yang dicanangkan pemerintah (baca: Kemenkop] pada tanggal 2 Februari 2011 yang dihadiri Presiden Sulilo Bambang Yudhoyono di Gedung SME Tower Jakarta secara bertahap telah menunjukkan hasilnya. Di Indonesia telah ada 192.334 koperasi dengan 33 juta anggota. Indikator negara maju adalah 2% dari rakyatnya aktif di bidang wirausaha. Indonesia di tahun 2011 telah memiliki 1,56% enterpreneur dan di 2013 diharapkan menembus angka 2,5%.

Menteri pun mengharapkan agar mahasiswa UNSUR bisa mengambil peluang tsb, dan bukan tidak mungkin lulusan UNSUR bisa menjadi pelopor wirausahawan tingkat nasional bahkan gobal. Di akhir materinya, Menteri menekankan bahwa paradigma sekarang harus diubah dari "mencari" kerja, menjadi "mencipta" lapangan kerja.

Sebelum kuliah umum selesai, Menteri membagikan jam dinding kepada seluruh peserta secara simbolis untuk mengingatkan pentingnya berkoperasi manakala peserta di rumah melihat jam tsb. Menteri juga menerima cinderamata disampaikan oleh Rektor UNSUR Cianjur. *** [admin pbsi s2/ADM2]