Kuliah Lapangan Sosiolinguistik Magister UNSUR Cianjur dan UPI Bandung di Cikahuripan, Cisolok, Kab. Sukabumi

PDFCetakEmail

Aktivitas Kampus - Kuliah Lapangan

Bambang Hermawan (PLH Kades Cikahuripan) bersama pembimbing dan sebagian peserta KKL (24/5)

Sebanyak 42 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S-2 Universitas Suryakancana Cianjur dan 17 mahasiswa program studi linguistik sekolah pascasarjana  Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melaksanakan Penelitian Lapangan Sosiolinguistik di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.  Kegiatan penelitian dilakukan selama dua hari, Jum'at-Sabtu, (24-25 Mei 2013). Hadir dosen  UNSUR yaitu Dr. Hj. Siti Maryam, M.Pd dan Dra. Hj. Yeni Suryani, M.Pd dan staf administrasi PBSI S-2,  Dadan Wahyudin, S.Pt, M.Pd dan Rizal Barnabas, S.Pd.  Sementara dosen pengampu mata kuliah Sosiolinguistk di kedua lembaga tsb Prof. Dr. H. Yus Rusyana tiba pukul 16.00 WIB.

Acara penyambutan dilakukan oleh pejabat setempat dilakukan di Aula Desa Cikahuripan pukul 14.00 WIB. Bambang Hermawan sebagai Pelaksana Harian (PLH) Kepala Desa (pasca Pilkades hingga dilantiknya Kades terpilih)  mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa magister di desa Cikahuripan, Cisolok. Pihak desa sangat welcome terhadap mahasiswa yang akan studi lapangan di desanya.  Bambang menjelaskan dalam dua minggu terakhir, memiliki garapan besar di desanya yaitu Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cikahuripan dan beberapa hari sebelumnya, wilayah desa Cikahuripan dlanda musibah banjir yang sempat mengisolasi wilayahnya selama 4 hari.

Dr. Hj. Siti Maryam, M.Pd memberikan cinderamata kepada PLH Kepala Desa Cikahuripan, Bambang Hermawan disaksikan Imam JP (perwakilan mahasiswa prodi linguistik Pascasarjana UPI) (24/5)

Lebih lanjut Bambang menyatakan, desa Cikahuripan merupakan desar pesisir di kecamatan Cisolok bersama 3 desa lainnya, Karangpapak, Cisolok, dan Pasirbaru.  Sementara 9 desa lainnya merupakan desa agraris.  Penduduk desa Cikahuripan mayoritas (di atas 80 persen) adalah nelayan. Di bidang bahasa, masyarakat Cikahuripan cukup menarik.  Cisolok berbatasan dengan wilayah Banten, sehingga beberapa kosa kata  dipengaruhi, seperti:  penyebutan kepala desa di wilayah Cisolok (Cikahuripan di dalamnya) lebih familiar disebut Jaro.  Di beberapa daerah biasa digunakan istilah kuwu. Di Palabuhanratu dan Sukabumi lainnya biasa disebut lurah atau kades.

Logat antardusun di Cikahuripan juga cukup unik. Daerah Pejagan sebagai basis nelayan menggunakan bahasa Sunda berlogat dan nada keras sehingga tuturannya terkesan  seperti orang marah. Di dusun lain lebih halus. Hal itu cenderung dipengaruhi situasi dan kondisi sekelilingnya.  Deburan ombak yang bergemuruh membuat masyarakat di sana berbicara keras agar bisa didengar mitra tuturnya.

Sementara, pembimbing mahasiswa dari PBSI UNSUR Cianjur, Dr. Hj. Siti Maryam, M.Pd menyampaikan salam dari Direktur Pascasarjana UNSUR yang tidak bisa hadir ke dalam acara ini dan mengucapkan terima kasih atas apresiasi  diberikan oleh aparat desa. Penelitian bahasa di lapangan sangat penting dalam menggali potensi, aspirasi, maupun inspirasi yang diperoleh dari tuturan dalam masyarakat.  Perihal aspek kebahasaan di dalam masyarakat, Sekretaris Prodi PBSI S-2 UNSUR ini dua hari sebelumnya telah mempresentasikan temuan kebahasaan yang dilakukan dalam penelitian di desa-desa Cianjur dalam sebuah Seminar internasional di Makassar, 20-21 Mei 2013. Pematerinya berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Indonesia.  Dr. Hj. Siti Maryam, M.Pd membawakan makalah "Optimaisasi Penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah sebagai Modal Sosial untuk Pembangunan Masyarakat Desa."

 

Berikutnya giliran perwakilan dari  mahasiswa sekolah pascasarjana UPI Bandung memberi sambutan. Imam Jahrudin Priyanto sebagai ketua kelas angkatan  menyatakan kegembiraannya, kegiatan penelitian sosiolonguitik ini bisa disandingkan dengan mahasiswa pasca UNSUR karena sama-sama di bawah asuhan dosen pengampu yang sama. Menurut Imam yang bekerja di HU Pikiran Rakyat Bandung sebagai Wakil Kepala Pusat Data Redaksi dan Pengembangan Program, kegiatan penelitian ini sebagai pengganti ujian akhir, oleh karena itu dirinya dan rekan mahasiswa lainnya tertantang untuk membuat laporan yang berkualitas. "Masing-masing mahasiswa mendapat tugas menghimpun data  di bidang kajian sosiolinguistik, seperti: tuturan berdasarkan kelas sosial,  kedwibahasaan maupun register berkembang di masyarakat," tutur mantan Redaktur Bahasa "PR" ini.

Seusai penerimaan di balai desa, seluruh mahasiswa langsung terjun ke masyarakat.  Kegiatan mengumpulkan data dilakukan pula dengan berdiskusi dengan para nelayan yang kebetulan tidak melaut di kediaman rumah mantan Kepala Desa Cikahuripan, H. Aji Marpudin S atau dikenal Jaro Troy.  Dalam kesempatan itu, Jaro Troy memaparkan kehidupan nelayan di daerahnya sehingga memperoleh predikat desa pesisir mandiri dan berprestasi.  Adapun evaluasi kegiatan penelitian sosiolinguistik dilakukan oleh Prof. Dr. H. Yus Rusyana, di tempat sama dengan seluruh mahasiswa, esok harinya,  Sabtu (25/5) pukul 07.30-09.00 WIB. ****

(diposting Dadan Wahyudin | Sabtu, 25 Mei 2013, pukul 19.00)

Baca lebih lanjut artikel terkait:

Menikmati Sunset di  Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa (Dewi Kwam Im)