42 Mahasiswa Pascasarjana UNSUR Teliti Bahasa Masyarakat di Sindangbarang

PDFCetakEmail

Aktivitas Kampus - Kuliah Lapangan

Catatan: Drs. Lily Azies Saleh (Mahasiswa PBSI  S2 UNSUR Cianjur Semester III)

Prof. Dr. H. Yus Rusyana memberi pengarahan dan evaluasi kegiatan di Mess tamu Sindangbarang (28/6)

“Para mahasiswa digiring ke tempat yang lebih luas dibandingkan dengan ruang kuliah di kelas, sehingga pengetahuan mereka bertambah, karena ilmu itu diperoleh dulu secara teori, baru kemudian secara empiris dialami langsung di lapangan,” ucap Prof. Dr. H. Yus Rusyana dalam acara evaluasi studi lapangan di Mess Tamu di Kompleks Kecamatan Sindangbarang.

Sebanyak 42 mahasiswa pascasarjana (S2) Program Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur semester satu dan dua, selama dua hari Rabu dan Kamis lalu menggelar penelitian mata kuliah Sosiolinguistik tentang bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat Desa Saganten dan Desa Sirnagalih di Kecamatan Sindangbarang Cianjur Selatan.

Penelitian itu dibimbing langsung dua dosen pengampu mata kuliah Sosiolinguistik, Prof. Dr. H. Yus Rusyana dan Dr. Hj. Siti Maryam, M.Pd. Penelitian tersebut dimaksudkan untuk mengaplikasikan teori mata kuliah Sosiolinguistik dalam kenyataan di lapangan, sehingga para mahasiswa magister itu memperoleh pengalaman langsung tentang penggunaan bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat di kedua desa tersebut.

Sebelum penelitian dimulai, para mahasiswa yang terdiri atas 17 mahasiswa semester satu dan 25 mahasiswa semester dua, terlebih dahulu diterima Camat Sindangbarang E. Ruskandar Fasa, S.H., M.H. di aula kecamatan setempat. Camat pada kesempatan tersebut memaparkan potensi Kecamatan Sindangbarang. Secara geografis, Sindangbarang merupakan suatu daerah paling ujung di wilayah Cianjur Selatan yang jaraknya 120 km dari pusat kota.

“Mudah-mudahan kedatangan para mahasiswa magister ini membawa angin segar bagi  warga desa terutama  di dua desa yang dijadikan objek penelitian,” ujar Camat. 

Diakui camat, dulu Cianjur Selatan tertinggal satu Pelita dari Cianjur Utara dalam soal pembangunan sarana dan prasarana, namun kini Cianjur Selatan menggeliat bangkit, sehingga tujuh sungai antara Sindangbarang – Cidaun yang dulu ditempuh dengan naik getek atau rakit, kini dapat dilalui kendaraan roda empat karena sudah dibangun jembatan permanen.

Sebagai gambaran, masyarakat Sindangbarang kebanyakan bermata pencaharian tani, hanya sedikit masyarakat pengusaha, itu pun pendatang. Yang namanya pendatang, kata camat,  kadang-kadang memengaruhi soal bahasa sehingga dialek bahasa di Sindangbarang menjadi beragam.

Menurut dosen pembimbing Dr. Hj. Siti Maryam, M.Pd., kegiatan para mahasiswa magister di Sindangbarang tersebut untuk mengkaji bahasa yang digunakan masyarakat sehari-hari, terutama bahasa khasnya yang mungkin tidak ditemukan di daerah lain, termasuk bagaimana falsafahnya, budayanya dan sebagainya.

Sementara, Prof. Dr. H. Yus Rusyana saat memberikan pengarahan kepada para mahasiswa mengingatkan, tugas pokok mahasiswa dalam penelitian singkat di Sindangbarang ini untuk mencari pokok masalah tentang tuturan lisan bahasa masyarakat setempat, kemudian memberikan solusi dan teori baru di lapangan untuk meneliti pokok-pokok masalah tersebut.

Permasalahan yang diteliti para mahasiswa antara lain tentang panyaraman dalam kehidupan masyarakat ditinjau dari kajian foklor dan semantik, ragam sastra dalam bahasa lamaran masyarakat Sunda, budaya permainan rakyat yang masih berkembang, hambatan komunikasi akibat penggunaan dua bahasa, pengaruh perubahan bahasa dan budaya, pengunaan ragam bahasa  petani, pengaruh bahasa ibu terhadap penggunaan bahasa nasional, fungsi dua bahasa, dll. Usai penelitian, para mahasiswa tersebut diwajibkan membuat laporan lengkap sebanyak lima bab.

Pada kesempatan tersebut, pembimbing Dr. Hj. Siti Maryam, M.Pd. menyerahkan kenang-kenangan berupa vandel Program Magister PBSI UNSUR kepada Camat Sindangbarang E. Ruskandar Fasa.*** 

Artikel Terkait:

Studi Lapangan Sosiolinguistik 2012: Mengunjungi Sindangbarang

Menyusuri Jembatan di Lintas Selatan Jawa Barat (LSJB) Pakidulan Cianjur

Foto 7

Foto 6