Developed by JoomVision.com

Studi Lapangan Sosiolinguistik 2014 di Cisolok

GAMBAR. Peserta sesaat sebelum meninggalkan Cisolok melakukan foto bersama di Karanghawu, Cisolok (19/4)   PRODI Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S-2 Universitas Suryakancana Cianjur mengadakan studi lapangan aatau  Penelitian Lapangan Sosiolinguistik di Cisolok  Kabupaten Sukabumi. ...

Studi Lapangan Sosiolinguistik 2014 di Cisolok Studi Lapangan Sosiolinguistik 2014 di Cisolok

Pengabdian Kepada Masyarakat PBSI (S-2) di SMPN 1 Cisolok Sukabumi

Penyerahan Cinderamata dari Direktur Pascasarjana UNSUR kepada Kepala SMPN 1 Ciolok PRODI Pendidikan Bahasa dam Sastra Indonesia (S-2) mengadakan "Pengabdian kepada Masyarakat" (PKM) di SMP Negeri Cisolok, Sabtu, 19 April 2014. Ini merupakan kegiatan PKM kedua dalam semester ini.  Sebelumnya...

Pengabdian Kepada Masyarakat PBSI (S-2) di SMPN 1 Cisolok Sukabumi Pengabdian Kepada Masyarakat PBSI (S-2) di SMPN 1 Cisolok Sukabumi

Pengabdian kepada Masyarakat Prodi PBSI S-2 dan PBSI S-1 Digelar Sabtu (15/3) ini

Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S-2) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S-1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Suryakancana Cianjur menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) hari Sabtu, 15 Maret 2014.  Kegiatan...

Pengabdian kepada Masyarakat Prodi PBSI S-2 dan PBSI S-1 Digelar Sabtu (15/3) ini Pengabdian kepada Masyarakat Prodi PBSI S-2 dan PBSI S-1 Digelar Sabtu (15/3) ini

Selamat Datang Magister Bahasa 2014

Sepuluh Magister dihasilkan Prodi PBSI S-2 pada Sidang Magister Tahap II, Sabtu, 1 Maret 2014 Sepuluh Magister (M.Pd) baru dihasilkan oleh Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S-2) Pascasarjana Universitas Suryakancana Cianjur pada Sidang Magister Tahap II, Sabtu, 1 Maret 2014/ ...

Selamat Datang Magister Bahasa 2014 Selamat Datang Magister Bahasa 2014

Seleksi dan Kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru T.A. 2013/2014 GENAP

Seleksi calon mahasiswa baru Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S-2) telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2014. Seleksi calon mahasiswa baru diikuti 20 pendaftar berada di ruang D-8. Calon mahasiswa baru mengerjakan materi tes terdiri: soal psikotest dan bahasa Inggris....

Seleksi dan Kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru T.A. 2013/2014 GENAP Seleksi dan Kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru T.A. 2013/2014 GENAP
Studi Lapangan Sosiolinguistik 2014 di Cisolok

GAMBAR. Peserta sesaat sebelum meninggalkan Cisolok melakukan foto bersama di Karanghawu, Cisolok (19/4)   PRODI Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S-2 Universitas Suryakancana Cianjur mengadakan studi lapangan aatau  Penelitian Lapangan Sosiolinguistik di Cisolok  Kabupaten Sukabumi. ...

Pengabdian Kepada Masyarakat PBSI (S-2) di SMPN 1 Cisolok Sukabumi

Penyerahan Cinderamata dari Direktur Pascasarjana UNSUR kepada Kepala SMPN 1 Ciolok PRODI Pendidikan Bahasa dam Sastra Indonesia (S-2) mengadakan "Pengabdian kepada Masyarakat" (PKM) di SMP Negeri Cisolok, Sabtu, 19 April 2014. Ini merupakan kegiatan PKM kedua dalam semester ini.  Sebelumnya...

Pengabdian kepada Masyarakat Prodi PBSI S-2 dan PBSI S-1 Digelar Sabtu (15/3) ini

Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S-2) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S-1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Suryakancana Cianjur menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) hari Sabtu, 15 Maret 2014.  Kegiatan...

Selamat Datang Magister Bahasa 2014

Sepuluh Magister dihasilkan Prodi PBSI S-2 pada Sidang Magister Tahap II, Sabtu, 1 Maret 2014 Sepuluh Magister (M.Pd) baru dihasilkan oleh Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S-2) Pascasarjana Universitas Suryakancana Cianjur pada Sidang Magister Tahap II, Sabtu, 1 Maret 2014/ ...

Seleksi dan Kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru T.A. 2013/2014 GENAP

Seleksi calon mahasiswa baru Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S-2) telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2014. Seleksi calon mahasiswa baru diikuti 20 pendaftar berada di ruang D-8. Calon mahasiswa baru mengerjakan materi tes terdiri: soal psikotest dan bahasa Inggris....

KONTAK KAMI

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA S-2

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS SURYAKANCANA

Kampus:

Jl. Pasir Gede Raya (Blk RSUD), Cianjur Telp. (0263) 285674 HP. 085794627644

Email:
s2bi_unsur_cjr@yahoo.com (akademik)
pbsi@s2pbsiunsurcianjur.ac.id (website)

Website :
www.s2pbsiunsurcianjur.ac.id

Hubungi:

  • Aan Hasanah, S.Pd, M.Pd [08999216 842]
  • Rizal Barnabas, S.Pd [087820204050]
  • Desi Asri Maryani, S.Pd [085624904335]
  • Dadan Wahyudin,S.Pt,M.Pd(082120996784]

Sukses Buat Bapak Dr.H. Kohar Pradesa, M.Pd

Selamat dan Sukses kepada Bapak Dr. H. Kohar Pradesa, M.Pd atas prestasinya sebagai Pemenang I Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional 2013 Bidang Mapel PKn. Semoga prestasinya menjadi sumber  inspirasi dan spirit bagi para pendidik khususnya dan masyarakat luas umumnya.  (admin PBSI S-2)

Pengumuman Hasil Seleksi PMB 2013-2014..2

Berikut Nama Peserta Seleksi PMB Semester Genap yang Dinyatakan Lulus

Klik (INFO KELULUSAN PMB DI SINI)

Kurikulum 2013

PDFCetakEmail

headline - headline

Kurikulum 2013 sebagai tantangan abad 21(ilustrasi admin)

Oleh:  Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI)

Artikel ini Sudah Dimuat di Harian Kompas, Kamis, 7 Maret 2013

Dalam beberapa bulan terakhir, harian Kompas memuat tulisan dari mereka yang pro ataupun kontra terhadap rencana implementasi Kurikulum 2013. Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas berbagai pandangan tersebut.

Saya berkesimpulan, mereka yang mempertanyakan kurikulum 2013 adalah karena ada perbedaan cara pandang atau belum memahami secara utuh konsep kurikulum berbasis kompetensi yang menjadi dasar Kurikulum 2013. Secara falsafati, pendidikan adalah proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta, beserta segenap isi dan peradabannya.

 

Dalam UU Sisdiknas, menjadi bermanfaat itu dirumuskan dalam indikator strategis, seperti beriman-bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam memenuhi kebutuhan kompetensi Abad 21, UU Sisdiknas juga memberikan arahan yang jelas, bahwa tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi lulusan program pendidikan harus mencakup tiga kompetensi, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga yang dihasilkan adalah manusia seutuhnya. Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi himpunan kompetensi dalam tiga ranah kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan). Di dalamnya terdapat sejumlah kompetensi yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjadi orang beriman dan bertakwa, berilmu, dan seterusnya.

 

Mengingat pendidikan idealnya proses sepanjang hayat, maka lulusan atau keluaran dari suatu proses pendidikan tertentu harus dipastikan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikannya secara mandiri sehingga esensi tujuan pendidikan dapat dicapai.

Perencanaan Pembelajaran

Dalam usaha menciptakan sistem perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang baik, proses panjang tersebut dibagi menjadi beberapa jenjang, berdasarkan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Setiap jenjang dirancang memiliki proses sesuai perkembangan dan kebutuhan peserta didik sehingga ketidakseimbangan antara input yang diberikan dan kapasitas pemrosesan dapat diminimalkan.

Sebagai konsekuensi dari penjenjangan ini, tujuan pendidikan harus dibagi-bagi menjadi tujuan antara. Pada dasarnya kurikulum merupakan perencanaan pembelajaran yang dirancang berdasarkan tujuan antara di atas. Proses perancangannya diawali dengan menentukan kompetensi lulusan (standar kompetensi lulusan). Hasilnya, kurikulum jenjang satuan pendidikan.

Dalam teori manajemen, sebagai sistem perencanaan pembelajaran yang baik, kurikulum harus mencakup empat hal. Pertama, hasil akhir pendidikan yang harus dicapai peserta didik (keluaran), dan dirumuskan sebagai kompetensi lulusan. Kedua, kandungan materi yang harus diajarkan kepada, dan dipelajari oleh peserta didik (masukan/standar isi), dalam usaha membentuk kompetensi lulusan yang diinginkan. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran (proses, termasuk metodologi pembelajaran sebagai bagian dari standar proses), supaya ketiga kompetensi yang diinginkan terbentuk pada diri peserta didik. Keempat, penilaian kesesuaian proses dan ketercapaian tujuan pembelajaran sedini mungkin untuk memastikan bahwa masukan, proses, dan keluaran tersebut sesuai dengan rencana.

Dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi, tak tepat jika ada yang menyampaikan bahwa pemerintah salah sasaran saat merencanakan perubahan kurikulum, karena yang perlu diperbaiki sebenarnya metodologi pembelajaran bukan kurikulum. (Mohammad Abduhzen, “Urgensi Kurikulum 2013”, Kompas, 21/2 dan “Implementasi Pendidikan”, Kompas, 6/3). Hal ini menunjukkan belum dipahaminya secara utuh bahwa kurikulum berbasis kompetensi termasuk mencakup metodologi pembelajaran.

Tanpa metodologi pembelajaran yang sesuai, tak akan terbentuk kompetensi yang diharapkan. Sebagai contoh, dalam Kurikulum 2013, kompetensi lulusan dalam ranah keterampilan untuk SD dirumuskan sebagai “memiliki (melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji,  menalar, mencipta) kemampuan pikir dan tindak yang produktif  dan kreatif, dalam ranah konkret dan  abstrak, sesuai dengan yang  ditugaskan kepadanya.”

Kompetensi semacam ini tak akan tercapai bila pengertian kurikulum diartikan sempit, tak termasuk metodologi pembelajaran. Proses pembentukan kompetensi itu, sudah dirumuskan dengan baik melalui kajian para peneliti, dan akhirnya diterima luas sebagai suatu taksonomi.

Pemikiran pengembangan Kurikulum 2013 seperti diuraikan di atas dikembangkan atas dasar taksonomi-taksonomi yang diterima secara luas, kajian KBK 2004 dan KTSP 2006, dan tantangan Abad 21 serta penyiapan Generasi 2045. Dengan demikian, tidaklah tepat apa yang disampaikan Elin Driana, “Gawat Darurat Pendidikan” (Kompas, 14/12/2012) yang mengharapkan sebelum Kurikulum 2013 disahkan, baiknya dilakukan evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya.

Mengatakan tidak ada masalah dengan kurikulum saat ini adalah kurang tepat. Sebagai contoh, hasil pembandingan antara materi TIMSS 2011 dan materi kurikulum saat ini, untuk mata pelajaran Matematika dan IPA, menunjukkan, kurang dari 70 persen materi TIMSS yang telah diajarkan sampai dengan kelas VIII SMP.


'Belum lagi rumusan kompetensi yang belum sesuai dengan tuntutan UU dan praktik terbaik di dunia, ketidaksesuaian materi matapelajaran dan tumpang tindih yang tidak diperlukan pada beberapa materi matapelajaran, kecepatan pembelajaran yang tidak selaras antarmata pelajaran, dangkalnya materi, proses, dan penilaian pembelajaran, sehingga peserta didik kurang dilatih bernalar dan berfikir.

Kompetensi Inti

Kompetensi lulusan jenjang satuan pendidikan pun masih memerlukan rencana pendidikan yang panjang untuk pencapaiannya. Sekali lagi, teori manajemen mengajarkan, untuk memudahkan proses perencanaan dan pengendaliannya, pencapaian jangka panjang perlu dibagi-bagi jadi beberapa tahap sesuai dengan jenjang kelas di mana kurikulum tersebut diterapkan.

Sejalan dengan UU, kompetensi inti ibarat anak tangga yang harus ditapak peserta didik untuk sampai pada kompetensi lulusan jenjang satuan pendidikan. Kompetensi inti meningkat seiring meningkatnya usia peserta didik yang dinyatakan dengan meningkatnya kelas.

Melalui kompetensi inti, sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan, integrasi vertikal antarkompetensi dasar dapat dijamin, dan peningkatan kemampuan peserta dari kelas ke kelas dapat direncanakan. Sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan multidimensi, kompetensi inti juga memiliki multidimensi. Untuk kemudahan operasionalnya, kompetensi lulusan pada ranah sikap dipecah menjadi dua, yaitu sikap spiritual terkait tujuan membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan kompetensi sikap sosial terkait tujuan membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.

Kompetensi inti bukan untuk diajarkan, melainkan untuk dibentuk melalui pembelajaran mata pelajaran-mata pelajaran yang relevan. Setiap mata pelajaran harus tunduk pada kompetensi inti yang telah dirumuskan. Dengan kata lain, semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari pada kelas tersebut harus berkontribusi terhadap pembentukan kompetensi inti.

Ibaratnya, kompetensi inti merupakan pengikat kompetensi-kompetensi yang harus dihasilkan dengan mempelajari setiap mata pelajaran. Di sini kompetensi inti berperan sebagai integrator horizontal antarmata pelajaran.

Dengan pengertian ini, kompetensi inti adalah bebas dari mata pelajaran karena tidak mewakili mata pelajaran tertentu. Kompetensi inti merupakan kebutuhan kompetensi peserta didik, sedangkan mata pelajaran adalah pasokan kompetensi dasar yang akan diserap peserta didik melalui proses pembelajaran yang tepat, menjadi kompetensi inti. Bila pengertian kompetensi inti telah dipahami dengan baik, tentunya tidak akan ada kritikan bahwa Kurikulum 2013 adalah salah dengan alasan pada “Kompetensi Inti Bahasa Indonesia” tidak terdapat kompetensi yang mencerminkan kompetensi Bahasa Indonesia, karena memang tidak ada yang namanya kompetensi inti Bahasa Indonesia, sebagaimana yang dipertanyakan Acep Iwan Saidi, “Petisi untuk Wapres” (Kompas, 2/3).

Dalam mendukung kompetensi inti, capaian pembelajaran mata pelajaran diuraikan menjadi kompetensi dasar-kompetensi dasar yang dikelompokkan menjadi empat. Ini  sesuai dengan rumusan kompetensi inti yang didukungnya, yaitu dalam kelompok kompetensi sikap spiritual, kompetensi sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan.

Uraian kompetensi dasar sedetil ini adalah untuk memastikan bahwa capaian pembelajaran tidak berhenti sampai pengetahuan saja, melainkan harus berlanjut ke keterampilan, dan bermuara pada sikap.

Kompetensi dasar dalam kelompok kompetensi inti sikap bukanlah untuk peserta didik, karena kompetensi ini tidak diajarkan, tidak dihafalkan, tidak diujikan, tapi sebagai pegangan bagi pendidik, bahwa dalam mengajarkan mata pelajaran tersebut, ada pesan-pesan sosial dan spiritual yang terkandung dalam materinya. Apabila konsep pembentukan kompetensi ini dipahami, dapat mengurangi bahkan menghilangkan kegelisahan yang disampaikan L. Wiliardjo dalam “Yang Indah dan yang Absurd” (Kompas,  22/2),

Kedudukan Bahasa


Uraian rumusan kompetensi seperti itu masih belum cukup untuk dapat digunakan, terutama saat merancang kurikulum SD (jenjang sekolah paling rendah), tempat dimana peserta didik mulai diperkenalkan banyak kompetensi untuk dikuasai. Pada saat memulainya pun, peserta didik SD masih belum terlatih berfikir abstrak. Dalam kondisi seperti inilah, maka terlebih dahulu perlu dibentuk suatu saluran yang menghubungkan sumber-sumber kompetensi, yang sebagian besarnya abstrak, kepada peserta didik yang masih mulai belajar berfikir abstrak.

Di sini peran bahasa menjadi dominan, yaitu sebagai saluran mengantarkan kandungan materi dari semua sumber kompetensi kepada peserta didik.

Usaha membentuk saluran sempurna (perfect channels dalam teknologi komunikasi) dapat dilakukan dengan menempatkan bahasa sebagai penghela mata pelajaran-mata pelajaran lain. Dengan kata lain, kandungan materi mata pelajaran lain dijadikan sebagai konteks dalam penggunaan jenis teks yang sesuai dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Melalui pembelajaran tematik integratif dan perumusan kompetensi inti, sebagai pengikat semua kompetensi dasar, pemaduan ini akan dapat dengan mudah direalisasikan.

Dengan cara ini pula, maka pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dibuat menjadi kontekstual, sesuatu yang hilang pada model pembelajaran Bahasa Indonesia saat ini, sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia kurang diminati oleh pendidik maupun peserta didik.

Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, peserta didik sekaligus dilatih menyajikan bermacam kompetensi dasar secara logis dan sistematis. Mengatakan kompetensi dasar Bahasa Indonesia SD, yang memuat penyusunan teks untuk menjelaskan pemahaman peserta didik, terhadap ilmu pengetahuan alam sebagai mengada-ada (Acep Iwan Saidi, “Petisi untuk Wapres”), sama saja dengan melupakan fungsi bahasa sebagai pembawa kandungan ilmu pengetahuan.

Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang pernah digagas dalam Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, tapi belum terselesaikan karena desakan untuk segera mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Rumusannya berdasarkan pada sudut pandang yang berbeda dengan kurikulum berbasis materi, sehingga sangat dimungkinkan terjadi perbedaan persepsi tentang bagaimana kurikulum seharusnya dirancang. Perbedaan ini menyebabkan munculnya berbagai kritik dari yang terbiasa menggunakan kurikulum berbasis materi. Untuk itu ada baiknya memahami lebih dahulu terhadap konstruksi kompetensi dalam kurikulum sesuai koridor yang telah digariskan UU Sisdiknas, sebelum mengkritik. (***)

Sumber : link situs Kemendikbud

Pencarian

INFO DAN AGENDA

18-19 April 2014  : Studi Lapangan Sosiolinguitik, Pengabdian Masyarakat, Karyawisata

 

Pengunjung Saat ini

Ada 273 tamu online

Pimpinan PBSI S-2

JA slide show
 

Waktu

Kalender

«  April 2014  »
MSSRKJS
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930

Data Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini7054
mod_vvisit_counterKemarin13622
mod_vvisit_counterMinggu ini73475
mod_vvisit_counterMinggu yl89014
mod_vvisit_counterBulan ini310980
mod_vvisit_counterBulan lalu162798
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung2800052
Ada: 272 tamu online
Your IP: 54.243.12.156
 , 
Persen: Apr 25, 2014

Bank Naskah

Admin Website dan Blog PBSI S2 UNSUR Cianjur menerima kiriman naskah atau kegiatan di kampus UNSUR Cianjur untuk dipublikasikan di laman ini.   Naskah disertai identitas atau inisial untuk publikasi.  Naskah dan foto hendaknya  tidak menyimpang dari etika kepenulisan di ruang publik.  Naskah yang sesuai dengan visi dan misi PBSI S2  akan ditayangkan dengan pengeditan seperlunya. (admin)

Kirimkan ke alamat email : pbsi@s2pbsiunsurcianjur.ac.id atau email:  banknaskah@yahoo.co.id

 

Peraturan Pendidikan

  • Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional [ klik di sini ]
  • UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  [klik di sini]
  • Permendiknas RI Nomor 9 TAHUN 2010 Tentang Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan,  [klik di sini]
  • Permen RI Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, [ klik di sini ]
  • UU Pendidikan Tinggi No. 12 Tahun 2012 [klik sini]

Tautan Laman Pendidikan

Kemendikbud [klik di sini ]

Dikti [klik di sini]

Puskurbuk [klik di sini]

Pusat Bahasa [ klik di sini]

Balai Bahasa Bandung [klik di sini]

Kopertis Wil. IV [klik di sini]

UNSUR Cianjur [klik di sini]

ASPENSI (klik di sini)

Pemkab Cianjur [klik di sini]