MENULIS ARTIKEL PENELITIAN UNTUK JURNAL TERNAMA (Bagian 2)

PDFCetakEmail

Publikasi - Makalah, Jurnal/Artikel Ilmiah dan PTK

Oleh: Prof. Ranbir S. Malik (Australia; 2016)

Ciri-ciri artikel jurnal yang baik

Artikel ilmiah mesti berdasar pada penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah dengan menggunakan metode-metode yang bisa diterima. Orang yang menjadi kunci dalam memilih artikel seseorang untuk dipublikasikan adalah editor kepala, editor, dan penyunting.  Makalah penelitian yang baik membahas sebuah pertanyaan penelitian yang spesifik, yang menjadi dasar penyusunan utama makalah itu. Tulisan itu mengemukakan mengapa masalah itu penting dan apa yang kurang dalam pengetahuan sekarang ini. Artikel yang baik memiliki struktur yang jelas dan logis, dibarengi dengan penceritaan yang lancar. Tidak banyak orang yang suka membaca yang harus dengan susah payah membacanya dan memahaminya, dan yang terlalu banyak menggunakan kata-kata khusus (jargon). Kualitas teks juga penting: bukan hanya tata bahasa dan tanda baca, tetapi bagaimana bahasan itu diceritakan, lugas jelas dan tidak meragukan (tidak ambigu). Untuk memberi kesempatan baik bagi sebuah artikel untuk dipublikasikan dalam jurnal unggulan, artikel itu harus memiliki alur penceritaan yang baik dan ditulis dalam bahasa Inggris yang baik. Hindari kekurangan yang tidak perlu. Perhatikan baik-baik transisi antarkalimat agar pembaca dengan mudah memahami penempatan kalimat-kalimat yang berbeda. Mesti jelas apakah kalimat-kalimat itu paralel, berlawanan, atau memiliki hubungan persambungan logis. Kata-kata seperti “sebagai tambahan, sebuah, tetapi, meskipun demikian”, dan “maka dari itu” dapat digunakan untuk tujuan ini.

Beberapa kesalahan umum naskah dikemukakan di bawah ini

. Pertanyaan penelitian tidak spesifik. Pernyataan masalah tidak memadai.

. Tujuan yang dikemukakan makalah berbelit atau samar.

. Struktur makalah kacau (misalnya, metode-metode didiskusikan dalam bagian hasil).

. Naskah tidak mengikuti petunjuk-petunjuk jurnal bagi para penulis.

. Makalah jauh melebihi jumlah maksimum kata yang dibolehkan. Langsung disingkirkan dalam diskusi.

. Pendahuluan merupakan reviu literatur yang ekstensif. Reviu literatur yang tidak lengkap, tidak akurat (tepat), atau daluwarsa (outdated). Pendahuluan tidak menciptakan latar belakang masalah yang diteliti. Judul dan abstrak kurang meyakinkan.

. Metode, intervensi, dan instrumen tidak diterangkan cukup rinci (secara detil). Deskripsi yang kurang tepat mengenai metode. Desain penelitian lemah. Instrumentasi yang tidak sesuai. Sampel  terlalu kecil atau diragukan. Data yang dilaporkan tidak akurat atau tidak konsisten. Tabel atau gambar-gambar kurang baik, pertanyaan-pertanyaan penelitian dirumuskan kurang baik, pendekatan dengan konsep yang lemah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, serta pemilihan instrumen-instrumen penelitian yang tidak bisa dipercaya atau tidak sesuai, membuat  sulit untuk menempatkan penelitian itu dalam konteks yang luas.

. Hasil-hasil dilaporkan terpilah (misalnya, persentase tanpa frekuensi, nilai-p tanpa pengukuran efek). Statistik yang tidak sesuai atau tidak lengkap. Pelaporan hasil yang sub-optional. Pastikan Anda menggunakan metode analisis statistic dengan benar serta deskripsikan metode analisis itu secara detil (rinci).

. Hasil-hasil yang sama tampil dalam tabel dan teks. Kurangnya keaslian dan kebaruan membuat naskah itu kecil kemungkinannya bisa diterima untuk dipublikasikan.

. Tabel-tabel rincian disajikan untuk hasil-hasil yang tidak berbubungan dengan pertanyaan utama penelitian. Interpretasi (penafsiran) yang berkelebihan tentang hasil.

(nyata) dan jangan memasukkan informasi yang tidak relevan atau berlebihan untuk mendukung data Anda. Akui keterbatasan studi (penelitian). Sebut studi-studi sebelumnya yang relevan dimana metode-metode ini telah digunakan.

. Dalam bagian Pendahuluan dan Diskusi argumentasi-argumentasi kunci tidak ditunjang dengan rujukan-akjukan (referensi) sudah daluwarsa atau sulit diperoleh oleh kebanyakan pembaca.

. Bagian Diskusi terlalu luas menekankan implikasi hasil dan tidak mengakui keterbatasan studi (penelitian). Bila deskripsi terlalu panjang (misalnya, lembaran-lembaran survai/kuesioner) masukkan sebagai informasi pelengkap (suplemen).

. Lemah dalam gaya menulis dan makalah ditulis dalam bahasa Inggris yang kurang baik. Teks yang lemah tata bahasanya, sulit diikuti, serta banyak menggunakan logat (jargon) merupakan masalah umum bagi penulis-penulis pemula.

. Salah memilih jurnal. Mengajukan naskah dengan format yang tidak sesuai dengan yang dipublikasikan oleh jurnal. Tidak mengikuti petunjuk penulisan naskah.

 

(Bersambung)

(Diterjemahkan oleh Iskandarwassid)