berita pendidikan

Pengalaman Pertama Mengirim Sayembara Naskah Buku Nonteks/Pengayaan

PDFCetakEmail

Publikasi - berita pendidikan

Kamis, 09 Agustus 2012 12:42

Hari Sabtu-Minggu siang (15/7) saya ikut rombongan Jalan-jalan ke Ujunggenteng, Sukabumi. Sebelum rombongan pulang ke rumah masing-masing, Minggu siang sekitar pukul 15.00, rombongan tiba di Kampus UNSUR Cianjur.  Di sini anggota rombongan mengambil kendaraan, laptop dan barang-barang disimpan sebelumnya.

Dalam perjalanan pulang ke Bandung, saya kebetulan ikut dengan  Bapak H. Yayat Sudaryat.  Sepanjang jalan Cianjur-Padalarang banyak berdiskusi seputar dunia akademik, pengalaman menarik hingga serba-serbi membuat buku.  Saya ibarat "kagunturan madu", bisa berdiskusi secara panjang lebar dengan penulis buku best seller dikenal produktif ini.

Bapak Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum adalah penulis buku teks (text-book) yang banyak dibaca oleh kalangan mahasiswa. Beberapa buah karyanya, Makna dalam Wacana (Prinsip-prinsip Semantik dan Pragmatik) (Yrama Widya); STRUKTUR MAKNA (Prinsip-prinsip Studi Semantik) (RAKSA CIPTA Bandung, 2004);  Ulikan Semantik Sunda (Gegersunten, 1995), dan lain-lain maupun buku-buku teks pelajaran  berbahasa Sunda cukup familiar di sekolah-sekolah. Pak H. Yayat telah merasakan suka-dukanya berkecimpung di dunia kepenulisan buku.  Mendapatkan royalti dari penerbit adalah kebahagiaan tersendiri, bahkan karena banyaknya sampai lupa ada penerbit belum memberikan kewajibannya. Dukanya atau mungkin tantangan manakala harus  mengedit beberapa buku sekaligus dalam rentang  deadline cukup sempit.  Adakalanya menerima kritikan (lebih bertendensi ke dalam persaingan pangsa pasar) pernah dialami sebagai bagian dinamika dan konsekuensi seseorang yang biasa tampil di ranah publik.

Baca selengkapnya...

 
 

Menjadi Pribadi Yang Santun

PDFCetakEmail

Publikasi - berita pendidikan

Minggu, 05 Agustus 2012 01:34

 

Oleh Nina, S.Pd (mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S2 (PPs) UNSUR Cianjur) 


Coba kita sama-sama membayangkan, andaikata kita sedang mencari alamat dan bertemu kumpulan remaja, lalu menanyakan alamat rumah Pak Ali di mana? “Tidak tau!!” jawabnya sambil asyik bermain gitar bersama sebayanya. Dapat juga kita merasakan bagaimana hati dan tidak nyaman, bila keluarga kita sedang sakit keras, tetangga lain malahan asyik memutar lagu dangdut dan berjoget berpesta pora? Lagi anak tetangga membuang sampah di halaman rumah kita? Adapula anak muda begitu asyiknya mengoprek motor dan memainkan bunyi knalpot keras-keras, di saat kita sedang istirahat siang? Jawabannya pasti amat jengkel, kan..

Baca selengkapnya...

 
 

Publikasi Karya Ilmiah, PT Dapat Insentif

PDFCetakEmail

Publikasi

Jumat, 16 Maret 2012 22:07

SEMARANG, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, kewajiban publikasi karya ilmiah di perguruan tinggi (PT) berimplikasi terhadap pemberian insentif terhadap perguruan tinggi bersangkutan. Ia mengungkapkan, kebijakan publikasi karya ilmiah ini belum dituangkan dalam peraturan menteri. Kewajiban publikasi sebelumnya dikeluarkan melalui surat edaran Ditjen Dikti tanggal 27 Januari 2012.

"Kebijakan ini memang masih tertuang dalam surat edaran (SE) Ditjen Pendidikan Tinggi, belum dituangkan dalam peraturan menteri (permen)," kata Musliar, seusai menyampaikan orasi ilmiah, di Universitas Diponegoro, Semarang, Rabu (14/3/2012).

Bagi perguruan tinggi yang mau menjalankan kewajiban publikasi karya ilmiah sebagai syarat kelulusan akan mendapatkan bantuan pendanaan untuk pengembangan jurnal ilmiah yang dimilikinya.


Musliar menilai, sebenarnya tidak sulit melakukan publikasi karya ilmiah pada jurnal yang dimiliki perguruan tinggi bersangkutan dan berharap seluruh PT mau menaati kebijakan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu.

"Saya kira (PT) mampu melaksanakan, seperti Undip yang bersedia. Memang ada perguruan tinggi swasta (PTS) yang tidak siap dengan kebijakan itu. Namun ada juga PTS yang justru lebih siap dibanding PTN," katanya.

Melalui kebijakan itu, lanjut Musliar, PT akan dipersiapkan secara bertahap untuk mampu memublikasikan karya atau artikel ilmiah mahasiswanya ke jenjang internasional.

"Misalnya, hari ini suatu PT baru mampu memublikasikannya di jurnal di lingkungan PT itu sendiri, akan dibantu melalui pemberian insentif untuk mengembangkan jurnalnya mampu menjadi jurnal internasional," katanya.

Ia menilai, hasil karya ilmiah mahasiswa di Indonesia yang dimuat pada jurnal ilmiah selama ini masih kalah jika dibandingkan negara lain

"Apakah kita mau seperti itu terus? Ini upaya untuk kita mengembangkan jurnal, apalagi populasi (mahasiswa) paling banyak sendiri. Jumlah mahasiswa kita setiap tahun mencapai ratusan ribu orang," ujar Musliar.

Lalu, apa sanksi bagi PT yang tidak menaati kebijakan tersebut? "Ya istilahnya seperti penalti. Jika tidak diberi tantangan seperti itu, kita jadi lalai dan tidur saja. Kebijakan yang tertuang dalam SE ini berjalan 1-2 tahun, setelah itu akan dituangkan dalam peraturan menteri," kata Musliar.

Jika sudah dituangkan dalam peraturan menteri, maka akan tercantum sanksi bagi yang tidak melaksanakannya.*** [Inggried Dwi Wedhaswary] [diunduh dari : kompas.com]

 

 

 
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL