Prof. Dr. Iskandarwassid, M.Pd Presentasikan "Babad Kawung" dalam Seminar Naskah Kuna Nusantara 2013

PDFCetakEmail

Publikasi - berita pendidikan

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

Tepat pukul 09.30 WIB, Kamis (19/9) bertempat di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) Jl. Salemba Raya No. 28A, Jakarta Pusat, Prof. Dr. Iskandarwassid, M.Pd. (pemateri dari Universitas Suryakancana Cianjur) mempresentasikan  materi Babad Kawung dalam Seminar dalam Naskah Kuna Nusantara 2013. Seminar dihelat oleh Bidang Layanan Koleksi Khusus  PNRI  selama dua hari, 18-19 September 2013 dalam rangka menyambut Hari Kunjungan ke Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca.

Keterangan Gambar: Panelis 3, Asep Yudha Wirajaya, S.S. M.Hum (kiri) dan Prof. Dr. Iskandarwassid, M.Pd (tengah), dan moderator.

Seminar bertemakan Pangan dalam Naskah Kuna Nusantara ini bertujuan untuk: 1. mengidentifikasi, mendokumentasikan,  dan mengkaji aspek mitologi pangan dalam naskah kuna yang terdapat dalam naskah Nusantara. 2. mengidentifikasi, mendokumentasikan,  dan mengkaji aspek potensi pangan dalam naskah kuna yang terdapat dalam naskah Nusantara. 3. mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengkaji aspek pengolahan dan pemanfaatan pangan dalam naskah kuna yang terdapat dalam naskah Nusantara.

Panel 1 dipandu moderator Nindya Noegraha. Dari kiri: Dr. Kalsum, Sinta Ridwan, M.Hum, dan Dr. Elis Suryani NS, MS,

Adapun subtema kegiatan seminar ini adalah:  Mitologi Pangan dalam Naskah Kuna; Potensi Pangan dalam Naskah Kuna; dan Pengolahan dan Pemanfaatan Pangan dalam Naskah Kuna. Peserta terdiri kalangan akademisi, baik dosen, peneliti, maupun mahasiswa adalah mereka yang telah mengirimkan abstraknya kepada panitia.  Abstrak tsb diseleksi dan diumumkan pada tanggal 17 Juni 2013.

Prof. Iswass, panggilan Prof. Dr. Iskandarwassid, M.Pd  guru besar di Program Magister (S_2) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Suryakancana Cianjur ini berkesempatan mempresentasikan makalah kajiannya pada panel ketiga (Kamis, 19/9).  Dalam paparan Babad Kawung disebutkan bahwa koleksi naskah naskah (manuskrip) berbahasa Sunda yang  berisi  eksposisi tentang pengelolaan pohon enau (kawung) di PNRI  berjumlah empat buah. Empat buah naskah tersebut (1) Babad Kawung di Distrik Lebak (1863), (2) Babad Kawung Baduy: Kajeroan sareng Kaluaran; (3_. Caritana Babad Kawung, (4). Babad Kawung.

Keterangan gambar; Panelis 2 --- Dr. Titi Surti Nastiti, Drs. Suparjo, M. Hum, Salfia Rahmawati, Nur Hata, M.Hum, moderator dan pejabat PNRI. 

Kawung merupakan tanaman istimewa. Konon disebutkan kawung memiliki mitologi sebagai jelmaan Dewi Pohaci yang tidak hanya tersirat pada kata Babad, melainkan juga dalam mantra-mantra (jangjawokan) yang harus dibisikan oleh para penyadap pada tahap-tahap pengelolaan pohon ini. Kawung merupakan tanaman yang serba guna dalam kehidupan manusia. Pemanfaatan pohon kawung berupa nira sebagai bahan gula merah, kolang-kaling, bahan aci, ijuk untuk atap, sapu lidi, tiang, pemantik api, dan sebagainya.

Hal yang unik dari keempat naskah tentang bertani enau itu ialah bahwa setiap naskah diawali dengan kolofon yang sejenis, yang menyebutkan isi naskah merupakan hasil pemeriksaan pejabat pemerintah kepada bawahannya. Dicantumkannya narasumber pada keempat naskah tsb merupakan pertanda penting bahwa naskah tsb tidak diragukan lagi keabsahannya, karena semua informasi bersumber pada orang-orang berkompeten di bidangnya.

Prof. Iswass menjadi pembicara dalam panel ketiga di hari kedua Seminar tersebut.  Pembicara lain mendampinginya ialah Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.Hum (staf pengajar di UNS Surakarta) yang membawakan materi "Potensi Sumber Perikanan sebagai Salah Satu Bagian Ketahanan Pangan Nasional: Sebuah Kearifan Lokal dalam Naskah Melayu Kuna. Satu panelis lainnya I Made Suparta berhalangan hadir.

Panel 4. Hermansyah, M.Th., M.Hum, Gusti Ayu Novaeni, moderator, Prof. Dr. Sugeng Priyadi

Naskah Kuna Nusantara

Naskah Kuna Nusantara diseminarkan merupakan naskah kuna yang berumur di atas 50 tahun, ditulis dengan aksara yang nyaris tidak dikenal, dan merupakan tulis tangan baik pada kertas, kulit kayu, maupun lontar.  Acara seminar dibuka secara resmi oleh Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Layanan Informasi mewakili Kepala PNRI, Dra. Hj. Sri Sularsih, M.Si sedang mengikuti  pertemuan dengan anggota DPR berkenaan dengan rencana pembangunan Gedung PNRI di Jalan Merdeka setinggi 22 lantai. Lebih lanjut disebutkan bahwa seminar pangan ini memiliki relevansi dengan kondisi ketahanan pangan bangsa mudah sekali terguncang, seperti: kelangkaan kedelai, impor beras dan jagung, dan sebagainya.  Kearifan ditunjukkan masyarakat tempo doeloe mampu mandiri secara pangan dengan sistem lumbungnya dan besar perhatian kerajaanpada bidang agraris, dapat dijadikan pembelajaran bagi pengambil kebijakan di masa kini. Manuskrip berkaitan tentang pangan tidak lagi dipandang sebelah mata, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun tatanan kehidupan bermartabat di masa sekarang.

Dua belas panelis terdiri dosen dan mahasiwa berhasil memaparkan materinya.  Diawali oleh Dr. Kalsum dari Universitas Padjadjaran bandung membawakan materi Rasa kebersamaan dan Konsep Kesejahteraan Bersama dengan  Pemuliaan terhadap Padi dalam Wawacan Sulanjana. Panelis lainnya adalah Dr. Elis Suryani NS, MS. dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran membawakan makalah dengan judul  Pemuliaan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Naskah Mantra Pertanian dan Mitos Padi di Masyarakat Pesisir Cirebon dalam Naskah Serat Satruya Budug Basu oleh Sinta Ridwan, M.Hum. Sinta adalah Mahasiswa dual degree sedang mengambil program Doktoral Filologi di Universitas Padjadjaran dan Universite de La Rochelle Perancis.

DELEGASI UNSUR CIANJUR:  Dadan Wahyudin, M.Pd (Perwakilan PBSI S-2), Prof. Dr. Iskandarwassid, M.Pd (Panelis materi Babad Kawung), Hj. Yeni Suryani, M.Pd (Perwakilan PBSI S-1/FKIP)

Panelis yang tampil pada sesi kedua di hari pertama adalah Drs. Suparjo, M. Hum dari UNS Surakarta dengan makalah berjudul Potensi Pangan dalam Naskah Jawa, Sumbangan terhadap Penciri dan Identitas Daerah.  Dr. Titi Surti Nastiti dari Pusat Arkeologi Nasional membawakan makalah berjudul Ketahanan Pangan di Sektor Pertanian Masyarakat Jawa Kuna, dan Cariyos Walangsungsang: Pangan sebagai Modal bagi Otonomi Cirebon dibawakan oleh pengajar di Universitas Wiralodra Indramayu, Nur Hata, M.Hum. Satu-satunya mahasiswi program sarjana (S-1) tampil di sesi ini adalah Salfia Rahmawati dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI)  membawakan makalah Asal-usul Palawija dalam Babad Lombok (baca: Caberawit): Babad Palawija Kaliyan Palawose.

Pada sesi terakhir Kamis yang dimulai pukul 13.00 terdiri 3 pemateri yakni Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum menyajikan kajian Kuliner dan Naskah Banyumas, Gusti Ayu Novaeni, mahasiswa magister S-2 Universitas Padjadjaran asal Bali mempresentasikan makalah berjudul Dharma Caruban: Buku Resep Masakan ala Bali, dan Swasembada Pangan dan Penanggulangan Hama di Aceh Periode Kesultanan (Kajian Sarakata dan Manuskrip Aceh) oleh Hermansyah, M.Th, M.Hum dari IAIN Ar-Raniry Darussalam, NAD. Setelah presentasi sekitar 20 menit oleh masing-masing panelis, kegiatan dilanjutkan oleh diskusi dengan sejumlah peserta pada masing-masing sesi.

Seminar berakhir pukul 15.00 WIB ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Layanan Koleksi Buku PNRI.  Seluruh peserta berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, anggota Newseum Indonesia, memperoleh oleholeh sejumlah buku, dan sertifikat.  Acara jamuan makan dan Coffee Break dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan. Sayonara PNRI ...   (***dadan wahyudin | diposkan Kamis, 19-9-2013)