Pengalaman Pertama Mengirim Sayembara Naskah Buku Nonteks/Pengayaan

PDFCetakEmail

Publikasi - berita pendidikan

Hari Sabtu-Minggu siang (15/7) saya ikut rombongan Jalan-jalan ke Ujunggenteng, Sukabumi. Sebelum rombongan pulang ke rumah masing-masing, Minggu siang sekitar pukul 15.00, rombongan tiba di Kampus UNSUR Cianjur.  Di sini anggota rombongan mengambil kendaraan, laptop dan barang-barang disimpan sebelumnya.

Dalam perjalanan pulang ke Bandung, saya kebetulan ikut dengan  Bapak H. Yayat Sudaryat.  Sepanjang jalan Cianjur-Padalarang banyak berdiskusi seputar dunia akademik, pengalaman menarik hingga serba-serbi membuat buku.  Saya ibarat "kagunturan madu", bisa berdiskusi secara panjang lebar dengan penulis buku best seller dikenal produktif ini.

Bapak Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum adalah penulis buku teks (text-book) yang banyak dibaca oleh kalangan mahasiswa. Beberapa buah karyanya, Makna dalam Wacana (Prinsip-prinsip Semantik dan Pragmatik) (Yrama Widya); STRUKTUR MAKNA (Prinsip-prinsip Studi Semantik) (RAKSA CIPTA Bandung, 2004);  Ulikan Semantik Sunda (Gegersunten, 1995), dan lain-lain maupun buku-buku teks pelajaran  berbahasa Sunda cukup familiar di sekolah-sekolah. Pak H. Yayat telah merasakan suka-dukanya berkecimpung di dunia kepenulisan buku.  Mendapatkan royalti dari penerbit adalah kebahagiaan tersendiri, bahkan karena banyaknya sampai lupa ada penerbit belum memberikan kewajibannya. Dukanya atau mungkin tantangan manakala harus  mengedit beberapa buku sekaligus dalam rentang  deadline cukup sempit.  Adakalanya menerima kritikan (lebih bertendensi ke dalam persaingan pangsa pasar) pernah dialami sebagai bagian dinamika dan konsekuensi seseorang yang biasa tampil di ranah publik.

menginspirasi dan sumber energi

Obrolan tersebut menginspirasi saya untuk berusaha menulis sebuah buku. Secara kebetulan saat itu ada momen Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Puskurbuk Balitbangda Kemdikbud 2012. Setiba di rumah, saya langsung mencari-cari  draft-draft tulisan biasa saya simpan di direktori (folder) laptop yang memuat arsip tulisan.  Saya suka menyimpannya dan malah terlupakan manakala ada kesibukan lain meminta prioritas.  Kali ini Purkurbuk mengikutsertakan peserta umum dan siswa SLTA.  Biasanya hanya kalangan pendidik saja.

Saya mencoba mencari kriteria yang cocok dengan latar belakang saya. Pilihan jatuh pada  kategori pengayaan kepribadian (berasal dari Umum).  Pengayaan kepribadian dapat disajikan faktual atau rekaan  dengan tujuan  meningkatkan dan memperkaya kualitas kepribadian atau pengalaman batin;   Kategori untuk umum ada tiga pilihan, yakni keterampilan di jenjang SD/SMP/MTs/SMA/SMK, drama  dan biografi SMA/SMK/MA.

Saya memiliki naskah biografi ini sudah saya garap hampir setahun sebelumnya dan terhambat oleh kesibukan sehari-hari. Biografi ini mengungkap kisah teladan seorang insan yang memiliki filosofi, karakter luhur dan kearifan dalam hidupnya. Selama hidupnya beliau mendedikasikan diri untuk berinvestasi bagi sumber daya manusia unggul yang berkarakter.  Nilai-nilai karakter luhur erat kaitannya dengan tema sayembara, membuat saya memberanikan diri turut serta. Kedekatan saya dengan sang tokoh membuat saya bisa menyelami dan memiliki kelekatan emosi mendalam dalam menuangkan biografinya dengan bahasa sesuai peruntukan (segmen pembaca jenjang SMA/SMK/MA) yakni dibuat ringan, mengalir, komunikatif dan cukup rekreatif.  Hal ini dimaksudkan agar pembaca tidak lekas atau merasa lelah membaca dari awal sampai akhir serta memudahkan memahami substansi di dalamnya.

 

Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum (kanan) menginspirasi untuk menulis naskah buku

Meskipun membuat buku cukup melelahkan (artikel di surat kabar cukup 2 lembar A4 spasi 2), dengan memiliki draft sebelumnya, hal ini dapat diantisipasi.  Pengalaman saya menulis artikel-artikel pendek di media cetak, alhamdulilah  dipercaya oleh grup Gramedia seperti Majalah  Intisari, Majalah Kisah bahkan Harian Kompas beberapa kali dimuat;  menulis pengalaman nyata di rubrik Kisah harian Galamedia (masing-masing 5 seri untuk lima hari) dan cerita fiksi dalam bentuk carpon di harian Tribunjabar (dua kali masing-masing selama 3 hari) dan sejumlah media lainnya cukup membantu menyelesaikan draft buku tersebut.

Begitu pula Pelatihan Penulisan Buku dan Artikel Karya Ilmiah diselenggarakan di Aula FKIP-UNSUR tanggal 25/02/2012 cukup memberi energi dalam memperbaiki draft tersebut. Saya memperoleh pembekalan berharga dari Bapak Prof. Dr. H. Suherli Kusmana, M.Pd sebagai pakar dan aktif dalam penilaian buku teks maupun nonteks yang juga Rektor Unigal Ciamis dalam pelatihan tersebut. Begitupula pengalaman memproses sebuah buku dari Bapak  Dr. Riduan, M.BA, M.Pd penulis buku cukup produktif dan praktisi di penerbitan buku.  Selain itu pengalaman Bapak Drs. H. Iyep Candra Hermawan, M.Pd dan Bapak Drs. Daud Pamungkas, M.Pd sebagai penulis jurnal produktif mampu ditimba ilmu dan kiat-kiatnya.  Saya antusias mengikuti pelatihan ini, dan termasuk peserta yang pertama kali berkesempatan mengajukan pertanyaan seputar hal menulis sayembara tsb dan mampu dijawab oleh Bapak H. Suherli dengan detail dan tuntas.  Berkat pelatihan ini, rentang waktu yang tak lama, saya tidak mengalami kesulitan dalam adaptasi dengan sejumlah persyaratan yang ditetapkan Panitia.

Rambu-rambu Buku Non-teks

Untuk membuat buku nonteks ada sejumlah kriteria. Rambu-rambu menyusun buku nonteks saya peroleh sebagaimana dikutip dari Siti Maryam (dalam Makalah Bahan Ajar, 2011) buku non-teks,  terdiri dari :

  1. (a) buku pengayaan merupakan buku-buku yang dapat memperkaya peserta didik  dalam bidang pengetahuan (yaitu dapat memerkaya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, dan menambah kekayaan wawasan akademik pembacanya). Ciri-cirinya adalah: (a) Materi/isi buku bersifat kenyataan; (b) Pengembangan isi tulisan tidak terikat pada kurikulum; (c) Pengembangan materi bertumpu pada perkembangan  ilmu terkait; (d) Bentuk penyajian berupa deskriptif dan dapat disertai gambar; (e) Penyajian isi buku dilakukan secara popular;  Sementara pengayaan keterampilan (jenis buku yang memuat materi yang dapat memerkaya penguasaan keterampilan bidang tertentu (vokasional)). Ciri-cirinya: (a) Materi/isi buku mengembangkan keterampilan yang bersifat faktual; (b) Materi/isi buku berupa prosedur melakukan suatu jenis  keterampilan; (c) Penyajian materi dilakukan secara prosedural ; (d) Bentuk penyajian dapat berupa narasi atau deskripsi yang dilengkapi gambar/ilustrasi. (e) Bahasa yang digunakan bersifat teknis; dan kepribadian (buku yang memuat materi yang dapat memerkaya kepribadian atau pengalaman batin seseorang); Ciri-cirinya: (a) Materi/isi buku dapat bersifat faktual atau rekaan; (b) Materi/isi buku meningkatkan dan memperkaya kualitas kepribadian atau pengalaman batin;  (c) Penyajian materi/isi buku dapat berupa narasi, deskripsi, puisi, dialog atau gambar; (d) Bahasa yang digunakan bersifat figuratif.
  2. (b) buku referensi yaitu buku-buku yang dapat digunakan peserta didik dalam proses  pembelajaran sebagai rujukan atau informasi tambahan.
  3. (c) buku panduan pendidik yaitu buku-buku yang dapat digunakan pendidik sebagai panduan,  pedoman, atau rujukan dalam melaksanakan tugas mendidik  dan proses belajar dan  mengajar.

Sementara sayembara Kemendikbud ini untuk naskah buku Pengayaan. Pesertanya selain para guru dan tenaga kependidikan, juga untuk tahun ini diikutsertakan siswa SLTA dan Umum untuk beberapa kategori tertentu.  Untuk mengikuti sayembara penulisan naskah buku pengayaan, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan teknis.

Persyaratan administrasi di antaranya:  peserta adalah tenaga pendidik dan kependidikan, siswa dan umum; memberi bio-data dan foto kopi bukti diri serta surat keterangan atasan; membuat pernyataan keaslian naskah.

Adapun persyaratan teknis naskah harus ditaati peserta sayembara terdiri:  jumlah halaman minimal (minimal 60 halaman, untuk umum minimal 75 halaman); sistematika penulisan (judul, kata pengantar, pendahuluan, daftar isi, isi, pustaka, biografi penulis, dsb); ukuran margin dan jenis kertas; ukuran huruf; ilustrasi; dan batas pengiriman;

Sehari sebelum batas deadline (3 Agustus 2012/cap pos) saya berhasil mengirimkannya ke Panitia melalui Kiriman Pos Kilat Khusus. Rencananya pengumuman sayembara bertepatan dengan Hari Guru Nasional/Hari PGRI sekitar bulan November 2012.

Pesan inti tulisan ini, dengan memiliki draft sebelumnya (berarti menulis dapat dilakukan kapan saja), ketika ada suatu momen sempit (misalnya: proyek pengadaan naskah buku, sayembara atau lainnya) kita tidak kelabakan harus memulai dari awal. Mudah-mudahan sejumput pengalaman (menyimpan draft/arsip tulisan-tulisan sebelumnya) ini dapat bermanfaat  bagi  pembaca, khususnya penulis pemula berhasrat menyumbangkan segenap pemikirannya dalam membangun dunia pendidikan di tanah air.  ****  (Dadan Wahyudin, mahasiswa pbsi s2 UNSUR Cianjur)