Seminar Hardiknas 2013, Membentuk Karakter dalam Persfektif Berbahasa

PDFCetakEmail

Publikasi - Ruang PBSI S1

Rektor UNSUR menabuh gong pertanda seminar Hardiknas 2013 dibuka.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMJ PBSI), UKM WARAS (Warung Sastra) dan IMABSII menggelar seminar hardiknas  bertema "Membentuk Kepribadian Mahasiswa dalam Persfektif Berahasa dan Bersastra Indonesia".  Seminar di bawah kepanitiaan Arbi Sanit ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna FKIP Universitas Suryakancana, Sabtu, 18 Mei 2013.

Kegiatan seminar dibuka oleh Rektor UNSUR, Prof. Dr. H. Dwidja Prijatno, S.H, M.H, Sp.N. Dalam sambutannya Rektor mengungkapkan bahwa  bahasa Indonesia  penting dalam pergaulan internasional, di mana penggunanya semakin banyak di belahan dunia, bahkan di beberapa negara cukup diminati dan Kedutaan Besar membuka pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing.  Bahasa Indonesia  digunakan pula di kawasan regional.   Sebagai bahasa berbasis rumpun bahasa Melayu, bahasa Indonesia memiliki kemiripan dengan bahasa  di negara ASEAN lainnya, seperti: Malaysia, Brunei Daruusalam, maupun Singapura.

Hadir dalam kesempatan itu Dekan FKIP UNSUR, Drs. H. Iyep Candra Hermawan, M.Pd  dan Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)  Drs. H. Abud Prawirasumantri, serta sejumlah dosen di lingkungan FKIP UNSUR.  Di antara undangan itu dan mahasiswa PBSI FKIP UNSUR sebagai audiens,  terdapat undangan mahasiswa anggota IMABSII yaitu Amat Sudir (STKIP PGRI Banjarmasin, Kalsel), Tarida I. Manurung (Universitas Asahan, Medan); Ilham Malaka Pinem (Universitas Serambi Mekkah, Aceh); Desma Yuliadi Saputra (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten) dan Fahmi (Universitas Negeri Surabaya).

Selanjutnya pemateri pertama, Dra. Yeyen Maryani, M.Hum (Sekretaris Umum Badan Bahasa - Kemendikbud Jakarta) membawakan materi membentuk karakter bangsa melalui bahasa dan bersastra Indonesia.  Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei telah menjadi momentum  untuk memperingatkan segenap anak bangsa akan pentingnya arti pendidikan.  Kemendikbud sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan secara menyeluruh menekankan pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa, juga dijadikan tema peringatan hardiknas tahun ini.

Sementara pemateri kedua, Desma Yuliadi Saputra (Koordinator IMABSII Wilayah Jawa-Madura 2013-2015) membawakan makalah berjudul "Proses Kreatif Menulis Puisi dan Cerpen".  Pemateri menjelaskan tentang pengertian puisi dan cerpen, kesulitan dihadapi oleh penulis pemula untuk menuangkan gagasan ke dalam bait-bait puisi maupun cerpen. Dalam pemaparannya pemateri memberi pesan  mengapa pentingnya menulis? Karena tulisan akan membuktikan bahwa anda pernah berada di dunia ini. Kedua, menulislah dari hal yang paling sederhana dari hidup anda, termasuk luka.

Pernyataan ini disambut dengan tepuk riuh peserta seminar berasal dari mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia berbagai tingkat ini. (dewa)