Lagi, Alumnus PBSI S2 UNSUR Cianjur Mendapat Penghargaan Tingkat Nasional

PDFCetakEmail

Profil - Prestasi

Rudy Sy, M.Pd, alumnus PBSI S2 UNSUR Cianjur 2012 bersama Ketua PMI Pusat, H. Jusuf Kalla di Jakarta

Genap sebulan, dua alumnus PBSI S2 UNSUR mendapatkan penghargaan tingkat nasional melalui Ihat Solihat, M.Pd dan Erie Syarif dalam bidang Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2012, di mana penganugrahannya diberikan langsung oleh Wamendikbud RI di Hotel Aryaduta Jakarta, kini alumni PBSI S2 UNSUR tahun 2012, Rudy Sy, M.Pd dianugrahi penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial  Donor Darah Sukarela 100 kali bersama  1.402 penerima penghargaan lainnya  di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (14/12) yang  diberikan langsung oleh Presiden RI, H. Susilo Bambang Yudhoyono.

 

Presiden mengungkapkan bahwa darah merupakan aset bangsa dan setiap negara hendaknya dapat memenuhi kebutuhan darah warga negaranya sendiri. Untuk itu, Presiden  mengajak seluruh rakyat Indonesia agar secara sukarela menyumbangkan darahnya.  Pada kesempatan itu Presiden memberikan piagam  dan cincin emas  secara simbolis  kepada 14 orang yang mewakili 14 propinsi yang mengirimkan peserta donor darah  lebih 100 kali.  Rencananya piagam dan cincin itu akan diterima ke tangan seluruh penerima penghargaan sebulan setelah penyerahan simbolis.

 

Lebih lanjut Presiden SBY menyebutkan bahwa aksi donor darah merupakan bagian dari nilai-nilai kesetiakawanan sosial. Bahkan beliau  juga menegaskan empat alasan mengapa darah dan donor darah sangat penting terutama di Indonesia. Antara lain Indonesia rawan bencana, hampir pasti ada bencana alam berskala menengah apalagi besar memerlukan pemberian atau transfusi darah para korban yang mengalami luka-luka.

Banyak penderita penyakit baik yang secara insidental maupun secara berkala juga memerlukan atau transfusi darah. Lalu tidak sedikit para korban kecelakaan utamanya kecelakaan lalu lintas  memerlukan darah segera. Untuk itu diperlukan stok darah yang cukup secara nasional untuk menghadapi keadaan darurat utamanya bencana maupun stok rutin. 

Presiden juga mengapresiasi peran sukarelawan, seperti PMI, TNI/Polri, SARNAS,  yang selalu sigap melakukan kegiatan kemanusiaan. Negara sangat berharap misi dan kesukarelaan dapat terus dijalankan dan ditingkatkan.

“Saya percaya Palang Merah Indonesia dapat terus meningkatkan kinerja dan prestasinya di masa mendatang,” tuturnya.

 

Dilepas Bupati  dan Gubernur

Dari 1.402 orang penerima penghargaan Satyalancana tersebuat ada dua penerima dari Kabupaten Cianjur yaitu Rudy Sy dan Hidayat.  Bupati Cianjur Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM. menerima sekaligus melepas Penerima Penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela 100x Tahun 2012 oleh Presiden RI, pada hari  Selasa (11/12) di Pendopo Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengurus PDDI Kab. Cianjur, para Asisten Bidang di Lingkungan Setda Kab. Cianjur, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Cianjur, Dirut RSUD Kab. Cianjur, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Cianjur, Kepala SKKT Setda Kab. Cianjur, Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan Setda Kab. Cianjur serta tamu undangan lainnya.

Dilepas Bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM di pendopo Kabupaten Cianjur

Dalam sambutannya seperti dikutip dari grup fb KDD SMAN 1 Cibeber, GR Katopo I menyebutkan bahwa bupati mengucapkan terima kasih dan selamat kepada yang akan menerima penghargaan tersebut, kiranya penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat Kabupaten Cianjur khususnya para pendonor darah sukarela, telah menunjukkan kepeduliannya dan turut serta dalam membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menyumbangkan darahya secara sukarela demi kemanusiaan, terutama untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia dengan jalan melakukan donor darah secara sukarela.

Selanjutnya bupati menyampaikan donor darah adalah proses dimana penyumbang darah secara sukarela diambil darahnya untuk disimpan di bank darah, dan sewaktu-waktu dapat dipakai pada transfusi darah. Selain merupakan perbuatan mulia, donor darah juga membuat pendonor lebih sehat. Setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.

Terakhir bupati mengharapkan peran serta kita semua khususnya para pendonor darah sukarela serta seluruh masyarakat dapat terus ditingkatkan, sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur dapat dengan mudah diakses dan setetes darah yang disumbangkan para pendonor dapat memberikan arti kehidupan bagi yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, dr. Hj. Ratu Tri Yulia M.KM, melaporkan penerima penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela 100x Tahun 2012 oleh Presiden RI dari seluruh Indonesia sebanyak 1,402 orang dari 14 Provinsi. Dari Provinsi Jawa Barat jumlah penerima penghargaan tersebut sebanyak 107 orang dari 11 Kabupaten/Kota. Sementara dari Kabupaten Cianjur yang menerima penghargaan tersebut sebanyak 2 orang yaitu Rudi dan  Hidayat. 

Ke-107 penerima penghargaan dari seluruh provinsi Jawa Barat diterima oleh Gubernur diwakili oleh Kabid Sosial Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate. Adapun total 1.402 orang Relawan Donor Darah dari 14 Propinsi adalah:  Jawa Timur : 672 orang (Surabaya 417 orang) - 48 %, DKI Jakarta : 377 orang - 26,9 %, Jawa Tengah : 138 orang - 9,8 %, Jawa Barat : 107 orang - 7,6 % DI Yogyakarta : 18 orang, Sulawesi Utara : 17 orang, Kalimantan Barat : 16 orang, Banten : 15 orang, Bali : 12 orang, Lampung : 7 orang, NTB : 7 orang, Papua : 7 orang, Kalimantan Timur: 5 orang dan Kepulauan Riau : 4 orang

Kiprah Rudy SY dan Donor Darah

Rudy SY aktif di kegiatan donor darah sejak 26 Februari 1984.  Tanggal itu amat berkesan bagi guru SMAN 1 Cibeber Cianjur yang lahir di Belitung, 26 Februari 1962 (dulu provinsi Sumatera Selatan). Saat itu untuk  pertama kali  memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain pada ulang tahunnya yang ke-22.

Sementara aktif di organisasi Keluarga Donor Darah, Rudy SY tercatat tanggal 13 Februari  1997. Saat itu siswa SMA Negeri 1 Bayah – Banten membutuhkan bantuan teknis  untuk kegiatan donor darah sukarela. Guru yang hobi memotret ini  berupaya keras melobi pihak UTD Rangkasbitung yang jaraknya 137 Km dari SMA Negeri 1 Bayah. Perjalanan melelahkan itu tidak sia-sia.  Pihak UTD Rangkasbitung bersedia mengunjungi  SMA Negeri 1 Bayah. Saat itu  untuk pertama kali dilaksanakan kegiatan donor darah di SMA Negeri 1 Bayah.  Pada mulanya diperoleh  37 kantong dan selanjutnya 45 kantong dan seterusnya tidak pernah kurang dari 75 kantong diperoleh setiap kali donor darah.

Foto: Rudy SY, bersama Direktur Pascasarjana UNSUR Cianjur

Puncak donor darah di SMA Negeri 1 Bayah adalah 209 kantong  dengan siswa kurang lebih sekitar 600 siswa. Kegiatan donor darah di SMA Negeri 1 Bayah berakhir seiring dengan kepindahan aktivis sosial-kemanusiaan ke SMA Negeri 1 Cibeber – Cianjur tahun 2004.

Menurut Rudy, kegiatan donor darah merupakan kegiatan bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain.  Kegiatan donor darah mendidik pribadi tanpa pamrih yakni memberi tanpa pernah merasa berkurang; belajar bersyukur atas kesehatan yang diberikan Allah SWT, sekaligus memenuhi kewajiban sehat  atas orang-orang yang sakit. Disela obrolan dengan penulis,  Rudy SY  berkelakar bahwa untuk orang tua yang punya anak gadis, carilah calon mantu yang donor darah minimal 5x secara rutin. Hal ini disebabkan calon mantu yang donor darah sudah dipastikan bahwa calon mantu tersebut adalah pasti akan sayang, setia, jujur dan sehat pada anak kita.

112 kali

Dibalik sikapnya yang low profile, ternyata  Rudy sarat prestasi.  Prestasi dalam pendidikan: pernah diterimanya adalah di tahun 1991, ia  menerima penghargaan dari Kanwil Dikbud Prop. Jawa Barat sebagai guru SMA berprestasi di daerah terpencil. Tahun 1990,   Rudy mendapat  penghargaan dari PMI Jawa Barat sebagai peserta telah menyumbangkan darah 50x; Tahun 2007 mendapat penghargaan dari PMI Cianjur sebagai motivator donor darah. Sementara penghargaan di bidang kemanusiaan dari Pemda Cianjur berhasil disulamnya pada tahun 2008.  Tahun 2011, memperoleh penghargaan dari PMI Pusat menyumbangkan darah 75x.

Penulis telah menulis dipostingan sebelumnya (baca lebih dekat Bang Rudy; Fotografi dari Bumi Laskar Pelangi) Perhatikan alinea di bawah ini.

"Kalau tak ada aral melintang, Bang Rudy termasuk yang diusulkan memperoleh  penghargaan Satya Lencana Sosial dari Presiden Republik Indonesia untuk mereka yang menyumbangkan darah sebanyak 100 x secara sukarela."

Kini harapan dalam  alinea di atas telah dikabulkan, Rudy SY berhasil memetik bibit tanaman yang telah ia semai sejak lama, bisa berbagi dan memberi kepada sesama dalam pengabdian kemanusiaan. Berdasarkan kartu donor dimilikinya,  Rudy SY tercatat telah menyumbangkan darahnya demi kemanusiaan  112 kali.  Dedikasi dan pengabdian penuh di bidang ini membuatnya cukup pantas menerima anugrah ini.

Selamat Bang!  *** | dadanwahyudin  |koresponden pbsi s2|

 

Polling Alumni

Bagaimana Kualitas Lulusan PBSI S2 UNSUR Cianjur?





 

Pengurus IKA PBSI S2

Ketua

Banan Sarkosih, S.Pd, M.Pd

Sekretaris

Sukaesih, S.Pd, M.Pd

Bendahara

Ai Sri Rahayu, S.Pd, M.Pd

 

Koordinator Angkatan

Euis Sapinah (2009.1)

Ajudin (2009.2)

Dedi Rosadi (2010.1)

Sulaeman Zuhdi (2010.2)

Barkah (2011.1)

Yudi Utomo (2011.2)

Rudy SY (2012.1)

Juanda (2012.2)

Dadan W (2013.1)

Aan Suwandi (2013.2)

Febri Marindra (2014.1)

Ujang Suja'i (2014,2)

Henry Al-Gadri (2015.1)

Dandy Idham Chalid (2015.2)

Alumni 2016

Alumni 2015

Alumni 2014

Alumni 2013

Alumni 2012

Alumni 2011

Alumni 2010

Alumni 2009